Toleran dan Tegas Pada Tempatnya

Hamka bukanlah anak cengeng ataupun kutu buku yang tidak pernah menjalani kehidupan keras, sebagaimana diceritakan salah seorang sahabat masa kecilnya, Muhammad Zein Hassan di salah satu edisi majalah Panji Masyarakat. Hamka muda (dulu dikenal dengan nama Amka) dulu adalah anak nakal yang malang melintang di seantero Minangkabau, bahkan berkelana hingga ke lorong-lorong tambang di Sumatera Selatan. Bermain sepakbola keliling kampung, menyabung ayam. lontang-lantung dari kota ke kota dan berkelahi hingga tertikam pisau sudah pernah dilakoninya. Bahkan orangtuanya, walaupun dari kalangan ulama besar, sampai kehabisan akal bagaimana menangani kenakalan Amka. Guru-gurunya di sekolah pun sudah tidak peduli dengannya, atau bahkan sudah menganggapnya tidak ada. Continue reading

Nikmat Hidup

Setelah diri bertambah besar
Di tempat kecil tak muat lagi
Setelah harga bertambah tinggi
Orangpun segan datang menawar

Rumit beredar di tempat kecil
Kerap bertemu kawan yang culas
Laksana ombak di dalam gelas
Diri merasa bagai terpencil

Walaupun musnah harta dan benda
Harga diri janganlah jatuh
Binaan pertama walaupun runtuh
Kerja yang baru mulailah pula Continue reading