Hamka, Sang Pelepas Dahaga

Oleh S Sinansari Ecip

Hamka bercerita tentang suatu kali mengimami salat Subuh. Dia yang sangat Muhammadiyah kental, dengan lapang dada membaca doa Qunut, yang biasanya seperti ”diwajibkan” di kalangan Nahdlatul Ulama. Mengapa tiba-tiba Hamka menjadi orang NU? Ada apa gerangan? “Salah seorang yang makmum shalat Subuh itu ialah Kyai Idham Khalid,” ujarnya.

Dia menyebut tokoh NU dengan rasa hormat yang tinggi.  Artinya, ketika salat tersebut, tidak semaunya sendiri, meski Hamka imamnya. Dia menghormati ”anggota” yang berada di antara jama’ah.  Luar biasa.

Continue reading