Juzu’ 15 – Muqaddimah

Juzu’ 15 mengandung dua Surat, yaitu pertama Surat al-Isra’, yang berarti Isra’ atau perjalanan Nabi kita Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsha. Dinamai dengan demikian, karena dibangsakan kepada ayat perta dari Surat ini yang memberikan pujian dan tasbih kepada Allah, yang memperjalankan hamba-Nya di malam hari yang bersejarah itu. Akan diuraikan pendapat-pendapat Ulama Tafsir tentang Isra’ dan Mi’raj.

Surat ini pun dinamai juga Surat Bani Israil dibangsakan kepda ayatnya yang kedua, yang menyebut bahwa Musa diutus kepada Bani Israil, dan dibayangkan selanjutnya kerusakan-kerusakan yang akan diperbuat oleh Bani Israil itu dan kecelakaan yang akan menimpa mereka karena memungkiri janji yang telah diikat dengan Allah. Kemudian banyaklah bertemu di dalam surat ini betapa perjuangan Nabi Muhammad SAW sendiri, bagaimana mestinya beliau memperkuat rohnya menghadapi tugas yang berat, bagaimana caranya beliau mendisiplinkan diri sendiri agar yang dicita berhasil.

Surat yang kedua ialah Surat al-Kahfi. Dalam surat ini bertemulah kisah Ash-habul Kahfi yang terkenal itu; anak-anak muda beberapa orang banyaknya meninggalkan kampung halamannya agar bebas menegakkan keyakinannya dari gangguan orang musyrik yang masih mempersekutukan Tuhan. Diriwayatkan juga pendapat sarjana penyelidik sejarah di mana letak gua Kahfi atau ngalau itu.

Sesudah cerita pemuda di gua Kahfi itu, terpenting lagi isi surat ini adalah tentang pertemuan di antara Nabi Musa a.s dengan Nabi Khidhir a.s., tentang perbuatan-perbuatan Nabi Khidhir yang tidak disetujui oleh Musa, karena Musa tidak sabar menunggu tafsir dari perbuatan itu. Akhirnya setelah tiga kali perbuatan ganjil dan tiga kali Musa bertanya, terpaksalah mereka berpisah dan seketika akan berpisah itulah Khidhir memberitahukan rahasia dari perbuatan-perbuatannya yang dipandang ganjil oleh Musa itu.

Setelah itu bertemulah kita dengan kisah Dzul-Qarnain: Siapa beliau sebenarnya, bagaimana penafsiran ahli-ahli tafsir tentang dirinya. Dan diterangkan juga tentang tafsir apa yang dimaksud dengan Ya’juj dan Ma’juj, yang dikatakan membawa kerusakan ke muka bumi. Siapakah orangnya, darimanakah datangnya, adakah itu bangsa atau suku atau kaum atau perorangan.

Kedua surat ini diturunkan di Makkah. Suasana Makkah terasa dalam tiap- tiap surat. Khusus di dalam Surat al-lsra` kedatangan kaum musyrikin kepada Nabi s.a.w. menuntut agar beliau mempertunjukkan mu`jizat atau ayat yang mereka berjanji akan percaya apabila beliau sanggup memenuhi tuntutan mereka itu. Dan khusus dalam Surat al-Isra’ juga. kita dapati adab sopan kehidupan sebagai Muslim.

Maka kita rasakan bilamana kita membiasakan membaca al-Quran dengan wirid yang tetap bahwa kedua surat itu laksana kait~berkait. Jika dalam Surat al-lsra` yang dimulai dengan bayangan perjalanan malam hari Nabi ke Baitul Maqdis dan Mi`raj ke langit itu dan diisi dengan berbagai tuntutan hidup yang bagi pengikut Muharnmad sama keadaannya dengan “Khutbah Gunung” nasihat Nabi Isa lalu Surat al-Kahfi lebih ditekankan kepada kisah Musa dan Khidhir.  Dzul-Qarnain dan isyarat tentang Ya`juj dan Ma`juj kita dapatilah pertalian dua surat ini yang berisi bimbingan bagi Muslim di dalam kehidupan mereka bergaul dengan pemeluk agama-agama lain.  Terutama lagi setelah kita ketahui bahwa kisah penduduk Kahfi dan Dzul-Qarnain yang terletak dalam Surat al Kahfi sama halnya dengan jawaban pertanyaan tentang hal roh yang tersebut di dalam Surat al-lsra’.  Ketiga hal itu ditanyakan oleh orang Quraisy kepada Rasulullah menuruti bisikan dari orang Yahudi di Madinah.  Mereka hasut kaum Quraisy agar menanyakan ketiga hal itu; Kahfi, DzuI«Qarnain dan Roh, untuk menguji kenabian beliau.  Kalau beliau memang Rasulullah niscaya beliau akan dapat menjawabnya.  Dan semuanya itu dapat dijawab.  Tetapi jawaban tentang Roh tersebut di dalam Surat al-lsra` ayat 85 dan tentang Kahfi tersebut di pangkal Surat al-Kahfi dan tentang Dzul-Qarnain bertemu di akhir surat.

Maka banyak pulalah ilmu pengetahuan yang akan kita dapati dari kedua surat ini.  Moga-moga Allah membukakan hati kita.