Surat Maryam – ayat 2 – 4 (2)

Nabi Zakariya a.s.

“Inilah peringatan rahmat Tuhanmu kepada hambaNya Zakariya. “ (ayat 2).

lnilah peringatan, atau inilah kenang-kenangan terhadap rahmat yang pernah dianugerahkan Tuhan kepada hambaNya yang bemama Zakariya.

Zakariya adalah nama dari salah seorang Nabi atau Rasul dari Bani Israil.

“Seketika dia menyeru Tuhannya dengan seruan lemah-lembut.” (ayat 3).

Diterangkanlah dalam ayat 3 ini bahwa Zakariya telah menyeru Allah, Tuhannya. dengan seruan yang lemah-lembut. Seruan yang tidak perlu kedengaran oleh orang lain. Sesuai dengan adab sopan-santun seorang Hamba terhadap Tuhannya, apatah dia seorang Nabi. Sebagai tersebut dalam adab sopan-santun berdoa, di dalam Surat al«A`raf ayat 55

“Serulah Tuhan kamu di dalam keadaan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut; karena sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang- orang yang melampaui batas.”

Dapatlah kita pikirkan sendiri bagaimana seorang Rasul yang usianya telah tua, hendak mengemukakan suatu permohonan yang bagi orang lain mungkin dianggap lucu. Yaitu memohonkan keturunan yang akan menyambung tugas bila dia meninggal dunia. Lebih baiklah doa semacam ini disampaikan dengan berbisik saja. Memenuhi adab berdoa dan jangan sampai menjadi tertawaan orang lain.

“Dia berkata: “Tuhankul Sesungguhnya telah lemah tulang-belulangku dan telah nyala kepalaku oleh uban.” (pangkal ayat 4].

Diakuinyalah dalam doanya bahwa dia benar-benar telah tua.  Alamat tua yang tidak dapat dielakkan lagi dari diri ialah bila tulang~belulang telah mulai lemah.  Sedang tulang adalah penguat seluruh tubuh.  Jika tulang yang telah lemah, segala bahagian tubuh yang lain tidaklah dapat bertahan lagi.  Jengat tentulah mulai kendur, mata tentulah mulai kabur, dan gigi sebagai bahagian dari tulang tentulah berturut menjadi gugur.  Dan kepalaku mulailah menyala lantaran uban.

Ungkapan ayat menyatakan bahwa kepala mulai menyala lantaran uban adalah suatu ungkapan yang tepat di dalam bahasa Arab dan dapat pula dijadikan ungkapan bahasa lndonesia.  Sebab seseorang yang seluruh kepalanya sudah lebih banyak ubannya daripada rambut hitam, benar-benarlah dia laksana menyala karena kilatan uban itu.